Postingan

Media Sosial, Media Massa, dan Media Pengetahuan

Gumpalan--Riuh rendah media sosial dan media mainstream di Indonesia sedang mencapai fase yang kami pikir tidak bisa lagi jadi pegangan terpercaya. Inflasi informasi sedemikian tinggi membuat publik kurang bisa menyaring mana yang berbobot, dan mana yang sejatinya hanya busa, bahkan sampah belaka.

Jikalau bicara soal media sosial mungkin kita mahfum saja bahwa kepercayaan publik terhadap informasi di media sosial sangat rendah. Apalagi selepas kasus Facebook dengan Cambridge Analytica, atau Twitter dengan jutaan akun fake. Namun, ini kadang jadi anomali.

Pasalnya, walaupun tingkat kepercayaan publik rendah, pengaruhnya masih sangat besar, bahkan kadang terlalu kuat untuk mengabaikan kabar hoaks di media sosial. Walau sudah ada upaya preventif dari pemilik media sosial dengan melakukan penertiban, nyatanya informasi palsu masih saja jadi traffic yang cukup sering kita lihat (saya selaku penulis).

Sebuah riset Hootsuit soal media sosial menyebut bahwa kepercayaan publik terhadap Faceboo…

Ahok Bebas, Lalu Menikah. Mualaf Atau Tetap Kristen? Ini Jawabannya

Hari Ini Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Bebas Murni - Reporter On Location

Konsumen Indonesia Berubah, Ini Datanya Berdasar Google

Surat dari Mako Brimob: Panggil Saya BTP Bukan Ahok.

Benarkah Politik Indonesia Semakin Runyam? Ini Jawabannya

Perumahan Islami, Muslim Residence ... Tradisi Meminoritaskan Diri

La Nyalla Kembali Menyala, Ngaku Fitnah Jokowi Kok Tidak Ditangkap?

Marahnya Prabowo Pada Media, Medianya Ketawa-Ketawa Saja! Dasar Tidak Becus!

Sebagai Gerakan Politik, Reuni 212 Sangat Berhasil! Anies atau Prabowo Paling Untung?

Politisi Menjual Narasi Kebencian untuk Kekuasaan