Dampak Hukum dan Finansial Ketika Galbay Pinjol


JAKARTA – Gagal bayar (galbay) pinjaman online (pinjol) bukan hanya masalah sederhana, tetapi berpotensi membawa dampak hukum dan finansial yang signifikan. 

Kondisi ini terjadi saat seorang debitur tidak mampu melunasi cicilan pinjamannya. 

Dalam konteks hukum Indonesia, utang piutang diatur dalam Pasal 1754 KUH Perdata. Jika debitur gagal memenuhi kewajibannya, ia dianggap melakukan wanprestasi, yang memungkinkan penyedia pinjol untuk melakukan penagihan.


Risiko Keuangan dari Gagal Bayar Pinjol

Salah satu konsekuensi langsung dari gagal bayar pinjol adalah bunga pinjaman yang membengkak. 

Meskipun ada aturan yang melarang predatory lending, pinjol legal masih bisa menentukan denda atau bunga atas keterlambatan pembayaran. 

OJK telah menetapkan bunga pinjol legal hingga 0,4% per hari untuk pinjaman konsumtif pendek dan sekitar 12% - 24% untuk pinjaman produktif.


Penagihan oleh Debt Collector

Jika utang tidak dilunasi, debitur akan dihadapkan pada penagihan oleh debt collector. Penyelenggara pinjol wajib mengikuti peraturan perundang-undangan dalam melakukan penagihan. 

Mereka harus bekerja sama dengan pihak yang berbadan hukum, memiliki izin resmi, dan penagih utang yang tersertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi terdaftar di OJK.


Dampak pada Rekam Jejak Keuangan

Debitur yang gagal bayar akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dengan kualitas kredit buruk. 

Informasi ini dapat diakses oleh lembaga jasa keuangan lain untuk berbagai tujuan, termasuk manajemen risiko kredit dan verifikasi kerjasama. 

Hal ini dapat mempengaruhi kesempatan debitur mendapatkan fasilitas keuangan di masa depan, seperti pinjaman baru atau bahkan seleksi pegawai.


Pentingnya Mengelola Utang Pinjol

Mengelola utang pinjol dengan baik sangat penting. Hal ini tidak hanya terkait dengan kewajiban finansial, tetapi juga dampak hukum dan dampak jangka panjang pada rekam jejak keuangan seseorang. 

Pemahaman yang baik tentang risiko dan kewajiban yang terkait dengan pinjol dapat membantu menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan.

Gagal bayar pinjol bukan hanya masalah keuangan, tetapi juga hukum dan reputasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi peminjam untuk memahami konsekuensinya dan mengelola pinjaman mereka dengan bijak. 

Dengan mengikuti ketentuan dan memanfaatkan pinjol secara bertanggung jawab, risiko negatif dapat diminimalisir.


MTB

Jurnalis bisnis dan ekonomi di salah satu media nasional. Saya menulis soal kewirausahaan, finansial, saham, hukum bisnis,dan hal-hal menarik lainnya. Meraih gelar MBA dari SBM ITB.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال