1/31/2012

SKANDAL MF GLOBAL: Lembaga rating terlibat - Bisnis.com

SKANDAL MF GLOBAL: Lembaga rating terlibat - Bisnis.com:

'via Blog this'

JAKARTA: Seminggu sebelum MF Global runtuh, direktur keuangannya mengatakan pada Standard & Poor dalam sebuah surat elektronik bahwa posisi broker berjangka itu "tidak pernah lebih kuat."

S&P disebut-sebut oleh Bagian Pengawasan dan Investigasi pada Komisi Jasa Keuangan DPR AS terkait dengan kutipan surat elektronik atau e-mail dari CFO MF Global Henri Steenkamp.

S&P menginformasikan pada panel bahwa Jon Corzine, CEO MF Global, bertemu dengan analis pada 20 Oktober untuk meyakinkan mereka bahwa uang US$6,3 miliar yang dipertaruhkan pada surat utang negara Eropa bukanlah ancaman bagi perusahaan.

Bagian Pengawasan dan Investigasi menjadwalkan Kamis, 2 Februari, untuk meneruskan penyelidikan atas runtuhnya MF Global.

Sidang itu akan membahas bagaimana risiko dikelola MF Global, bagaimana risiko ini diungkapkan kepada investor dan pelanggannya, dan bagaimana lembaga pemeringkat kredit mengevaluasi risiko.

Analis Moody percaya bahwa MF Global meningkatkan aktivitas dagang "untuk tujuan utama memfasilitasi transaksi nasabah," tulis Steven Ross, seorang rekanan di Akin Gump Strauss Hauer & Feld LLP yang mewakili perusahaan itu, dalam surat terpisah untuk Neugebauer, per 17 Januari, seperti dikutip Bloomberg.

Ross menulis bahwa presentasi para broker sebelum 21 Oktober "tidak menggambarkan atau mencerminkan" posisi Eropa. Diana DeSocio, juru bicara MF Global, menolak berkomentar.

Keterlibatan S&P

S&P masih memberikan peringkat layak investasi pada MF Global hingga perusahaan tersebut bangkrut. Sementara itu, rivalnya Moody s telah menurunkan status MF Global menjadi sampah atau junk empat hari sebelumnya.

1/30/2012

Euro merosot, 30 Januari 2012


Euro jatuh untuk pertama kalinya dalam 6 hari terhadap dolar jelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels di tengah kekhawatiran negosiasi soal bailout Yunani akan menghalangi upaya-upaya untuk menyelesaikan krisis keuangan.

Mata uang 17-negara itu juga turun untuk hari ketiga terhadap yen sejalan persiapan Italia untuk menjual obligasi setelah peringkatnya diturunkan oleh Fitch Ratings.

Volatilitas meningkat setelah harian Der Spiegel melaporkan Yunani mungkin membutuhkan paket penyelamatan yang lebih besar dan dua pejabat pemerintah kawasan euro mengatakan para pembuat kebijakan mendiskusikan intervensi langsung dalam keputusan anggaran Yunani.

Euro jatuh 0,7% menjadi US$1,3133 pukul 10.04 waktu London, setelah naik 2,2% minggu lalu. Mata uang bersama itu turun 0,6% menjadi 100,76 yen.
Mata uang ini juga turun 0,2% menjadi 1,2053 franc Swiss setelah tergelincir ke 1,2052, level terlemah sejak 20 September. Dolar sedikit berubah pada 76,69 yen.
Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di ibukota Belgia hari ini untuk melakukan sentuhan akhir pada perjanjian yang dipimpin Jerman soal kontrol defisit dan mendukung statuta atas 500 miliar euro dana penyelamatan yang akan dibentuk tahun ini.
Der Spiegel melaporkan pada 28 Januari bahwa Yunani kini memerlukan 145 miliar untuk bailout kedua atau 15 miliar lebih tinggi daripada yang disepakati pada Oktober.
Pada hari tersebut Yunani dan kreditor swasta mengatakan bahwa mereka berharap dapat menyelesaikan kesepakatan utang swap guna mengurangi kewajiban negara dalam beberapa hari mendatang.
Di tempat lain, Italia dijadwalkan untuk menjual utang yang jatuh tempo pada 2016 2017, 2021 dan 2022 hari ini.
Sebelumnya, Fitch yang memangkas peringkat Italia, Spanyol dan tiga negara lainnya di kawasan euro pada 27 Januari, mengatakan negara-negara itu tidak memiliki fleksibilitas pendanaan dalam menghadapi krisis utang regional.
Rating kredit Italia, ekonomi terbesar ketiga kawasan euro, berkurang dua tingkat menjadi A-dari A+. Spanyol juga diturunkan dua level ke A dari AA-. Penilaian pada Belgia, Slovenia dan Siprus juga dipotong.

"Setiap lelang membawa serta risiko baru yang, untuk alasan apa pun, pasar mungkin tidak menyerap obligasi," kata Gavin Stacey dari Barclays Capital di Sydney. Dia memprediksi euro akan turun menjadi US$1,20 pada pertengahan tahun ini.

Komoditas Bakal Naik pada 2012

Harga komoditas dari awal tahun sudah menunjukkan kenaikan yang yahuttt.... sejalan kebijakan bank sentral AS menahan suku bunga rendah hingga 2014, dan kemungkinan mengeluarkan kebijakan pelonggaran kuantitatif lanjutan yang nilainya lebih besar. Emas, perak, tembaga, dll (komoditas dengan denominasi dolar) bakal melonjak tahun ini. Siap-siap pegang... perak naik lebih bagus daripada emas.



1/28/2012

Mitrosgroup a.k.a profx SCAM

Tulisan ini copas dari tulisan saya di Kompasiana yang udah diview1400-an. Semoga ada gunanya.... 


[Hati-hati Penipuan] Mengapa Mitrosgroup Masih Hidup?



Apakah Anda pernah kenalan sama “Mitrosgroup Sukses Mandiri”? Atau Anda pernah lihat iklan GoogleAds yang seperti di bawah ini;
Nah, pasti sering lihat kan ya. Sudah pernah coba klik? Saking ekspansifnya iklan ini (perkiraan saya) tentu banyak yang sudah klik. Lalu, apakah Anda mendapat gambaran binatang apakah sesungguhnya itu? … Jelek sih web-nya, hanya ada tulisan yang nge-link lagi ke dua lama lain. Satu ke bisnis mereka, satu lagi ke blog yang jadi “perias.”
Tau tidak, kalau bahwa apa yang mereka lakukan itu ILEGAL. Ya, beneran loh, ILEGAL. Lihat saja kalimat iklannya, semua konsultan investasi pasti mengerut dahi. Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (regulator, ceritanya sih) di Matraman sana harusnya juga garuk-garuk jenggot.  Soal itu sebetulnya pernah ditulis teman Kontan beberapa bulan lalu, dan seharusnya regulator sudah tahu. Tapi saya tidak pernah dengar regulator menindak.
Padahal, tahun lalu ada kasus penipuan besar di Yogyakarta berkedok investasi forex juga, atau kalau yang perusahaan dari Malaysia kemarin (lihat di MetroTv) trading emas. Kasus di Jogja sudah ditangani polisi, tapi sudah terlanjur banyak korban kena tipu. Namanya, kalau tak salah ingat, Cahaya Forex…
Modusnya hampir sama dengan si Mitrosgroup ini, menjanjikan keuntungan tetap padahal mereka main di ‘investasi’ berisiko. Agak enggak tega juga nyebut penipuan, karena mungkin belum kejadian seperti yang di Jogja… soalnya gini, biasanya mereka memang selalu memberikan imbal hasil sesuai yang dijanjikan. Awalnya, tentu saja. Terus, kalau perusahaannya udah gede dan nasabah banyak, ada kejadian-kejadian yang mulai aneh bagi nasabah. Kalau yang diceritakan Anisa Bahar kemarin, pada awalnya konsisten, sehingga dia nambah modal dan bahkan ngajak-ajak temennya… Tapi, kita tahu dong ending-nya dari penipuan itu, uang nasabah dibawa kabur.
Kalau menurut orang Bappebti, dulu saya sering ketemu dan sekarang kadang masih, yang namanya forex nggak ada yang pasti untung, kalau ada yang menjanjikan pasti untuk itu penipuan. Regulator itu juga punya UU-nya, silahkan dibaca. Di sana terang disebut bahwa hanya menyampaikan hal-hal baiknya tanpa memberitahu risiko pada nasabah sudah merupakan pelanggaran. Ya, apalagi yang kayak si mitro ini … (Tapi, kenapa ya regulator enggak bertindak? Nunggu korban jatuh kayak di Jogja kali ya?)
Bukannya nakut-nakutin ente2 orang yang kelebihan duit ratusan juta ya … ane cuma ngasih tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu penipuan. Meskipun, ane sebenarnya ragu juga, ada enggak ya yang mau ditipu?
Soalnya begini nih, kalau kita kunjungi laman web-nya saja sudah tidak meyakinkan, apalagi sistemnya, dan terutama klaim mereka. Sementara, investor kan rata-rata orang pinter ya (masa punya duit ratusan juta kagak pinter sih? Kasihan duitnya kalau ente gag pinter). Coba kita periksa sebagian kecil klaim yang akan menunjukkan kebohongan si Mitro ini:
1.=>Saya Sumitro Tjondro adalah Komisaris/Owner :
*PT. PROFX SUKSES MANDIRI (Fund Manager)
*PT. ARTHA GADING FUTURES
(saya membeli PT. ARTHA GADING FUTURES karena menghormati BAPPEBTI dan hukum yang berlaku di Indonesia)
*PT. SUKSES MANDIRI TRANSINDO (Tour & Travel)
Perhatikan ya, PT. Artha Gading Futures memang pernah hidup, berkeliaran, dan berulah. Dan sudah ditindak oleh Bursa Berjangka Jakarta dan masuk Daftar Pialang yang Dicabut Izinnya oleh Bappebti (di sini).  SK Pencabutan: 416/BAPPEBTI/SA/7/2008 Tanggal: 24 Juli 2008.
Jadi, Sumitro mengaku membeli perusahaan yang sudah dibekukan. Sekalipun begitu, saya cek ke http://www.arthagadingfutures.com/ wujudnya masih ada. Tapi, saya tidak tahu aktivitasnya sampai mana. Yang jelas, mereka masuk daftar “dibekukan” regulator. Bahkan, sekalipun Sumitro benar memiliki perusahaan itu, iklan “Forex Selalu Profit” adalah menyalahi regulasi.
Trus dia nulis lagi begini (masih dengan huruf yang jelek):
Memberitahukan bahwa jikalau ada marketing yang resign maka itu sama sekali TIDAK mengganggu kinerja kerja ketiga PT tersebut diatas; karena para marketing ataupun bekas marketing itu TIDAK PUNYA saham di ketiga PT tersebut. Kami TIDAK ADA kerjasama dengan Bisnis Investasi Online yang lainnya atau TIDAK PUNYA cabang.
Saya enggak tahu sih apa maksudnya, tapi itu indikasi ada yang bermasalah di perusahaan Sumitro. Kemudian dia nulis lagi dengan tulisan yang sama jeleknya:
2.=>Bisnis Investasi ini adalah MURNI dari hasil trading EMAS saja dan teknik tradingnya 2 arah yaitu mengikuti tren harga internasional; jadi sama-sama bisa dapat profit meskipun harga EMAS sedang naik ataupun turun. DAN BUKAN tergantung dari Member get Member atau Multi Level Marketing(MLM).
Oke, lalu kenapa dia bilang Forex ya di iklannya? Mungkin maksudnya perdagangan bilateral … trading yang semi-judi, kalau menurut saya sih. Di sini ada permainan zero sum game … apa itu? cari tahu sendiri ya.
Lalu dia melanjutkan dengan kata-kata berikut:
3.=>Mohon maaf bila YM anda tidak segera saya jawab karena kesibukanku tapi saya akan segera menjawabnya atau anda dapat menghubungi langsung marketing kami.
4.=>Email saya mitrosgroup@yahoo.com BERUBAH MENJADI mitrosgroup@gmail.com hanya untuk komplain atau ketidakpuasan anda.
5.=>Untuk keperluan Pendaftaran Investor baru; kirim Email ke info.profx@gmail.com
6.=>Anda sangat dianjurkan untuk mempunyai rekening Bank Mandiri / Bank BCA juga supaya pembayaran profit bisa lancar; pemberitahuan transfer profit lewat SMS dari nomor 0856-3484-555(nomor ini hanya untuk konfirmasi saja dan jangan telepon ke nomor ini!!!!!). Jikalau sampai dengan batas tanggal SKI(surat kontrak) anda belum juga terima profit maka anda baru BERHAK email ke mitrosgroup@gmail.comdengan subject KOMPLAIN PROFIT. Karena harus menunggu gilirannya mohon untuk bersabar; komplain tidak akan dilayani jika lebih dari sebulan.
Hmmmm, tolong ya Anda simpulkan sendiri. Khusus yang tidak mengerti Forex, online trading, dsb jangan coba-coba menyentuh iklan itu ya. Hati-hati bujuk rayu di luar sana, banyak orang sudah ketipu miliaran rupiah untuk hal-hal yang seharusnya bisa mereka pahami. Hanya karena mereka tidak mau belajar dan mengejar pelipatgandaan uang saja maka mereka ketipu. Jangan lagi terjadi, mending disumbangkan saja pada saya uangnya.
Tulisan ini terlalu seklumit untuk menjelaskan semuanya. Tapi, saya kira ini bisa jadi awal teman-teman untuk waspada. Saya sendiri bukan investor, karena uang saya sudah cukup untuk invest di perut buat sebulan. hehehe (apa sih maksudnya?)

1/20/2012

Investasi kok dapat alamat palsu


Jarang-jarang seorang Roy Sembel yang direktur Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) membicarakan Annisa Bahar di depan banyak wartawan.

“Jangan sampai dapat alamat palsu seperti Annisa Bahar,” katanya saat bercerita bagaimana artis dangdut yang terkenal dengan goyang patah-patah tertipu miliaran rupiah. Annisa ikut investasi emas berkedok perdagangan berjangka dengan imbal hasil pasti dan tinggi.

Bukannya mendapat untung, malah buntung, pasalnya investasi yang dia ikuti ternyata “bodong.” Kantor perusahaan investasi yang katanya cabang dari Malaysia itu pun hanya sebuah alamat palsu, alias tak bisa ditemukan.

Apa yang diikuti Annisa sebenarnya skema Ponzi, yakni penipuan dengan menjanjikan imbal hasil luar biasa besar yang sebenarnya didapat dari investor lain yang menginvestasikan uangnya belakangan. Penipu sering berkedok perdagangan berjangka dan derivatif yang mampu memberi return tinggi.

Penipuan ini memanfaatkan karakter investor yang mudah diiming-imingi keuntungan besar, ada yang hingga 300%, apalagi jika ada contohnya. Mereka tahu apabila seseorang mendapat hasil sesuai yang dijanjikan, maka investor cenderung akan menambah uangnya.

Tak jarang investor membawa keluarga, teman, atau koleganya untuk ikut serta. Untuk membuat terlena korbannya, penipu memberikan hasilnya beberapa kali. Seringkali investor baru sadar setelah tidak bisa menarik uangnya.

Skema yang dikenalkan Charles Ponzi (1882—1949) ini pernah jadi tren pembicaraan ketika kasus Bernie Madoff terbongkar pada 2008. Madoff berhasil nilep sekitar US$50 miliar, yang membuat Charles Ponzi  seperti amatir karena hanya mampu menimbun US$7 juta.

Tentu, bukan sekali ini saja penipuan berkedok perdagangan berjangka di Indonesia. Tahun lalu polisi membongkar penipuan berkedok investasi dengan imbal hasil tetap di Yogyakarta, PT Cahaya Forex. Di Surabaya ada Mitrosgroup yang menurut Kepala Biro Hukum Bappebti Alfons Samosir telah diberi peringatan keras.

Jika kita mencari di internet dengan kata kunci “penipuan forex” atau sejenisnya, ada banyak kasus yang bisa jadi pelajaran berharga. Bahkan, termasuk yang berkaitan dengan perusahaan pialang berjangka resmi.

Beberapa broker dicabut ijinnya oleh Bappebti karena berbagai pelanggaran yang merugikan nasabah ataupun tidak bisa memenuhi ketentuan regulasi. Tahun lalu PT. Danareksa Futures dicabut ijinnya, sementara PT. Discovery Futures, PT. Buana Artha Futures dan PT. Buana Investment Group dibekukan.

Belum lama ini PT. Danagraha Futures mengajukan penundaan pembayaran dana nasabah karena kesulitan likuiditas setelah mitranya di luar negeri, MF Global, dinyatakan bangkrut. Gugurnya MF Global tercatat sebagai kebangkrutan korporasi terbesar di Wall Street setelah Lehman Brothers pada September 2008.

Maka, resmi atau tidak sebuah perusahaan pialang, masyarakat harus tahu apa yang dihadapi. Masyarakat harus berhati-hati jika mendengar investasi dengan janji-janji surga, apalagi mereka tidak menjelaskan risiko jadi melarat mendadak. Waspadai penjualan yang memaksa untuk membuat keputusan saat itu juga, sekalipun dilakukan orang yang Anda kenal baik.

Di mata Roy Sembel penipuan yang mengatasnamakan perdagangan futures ikut merusak citra industri berjangka dan derivatif di Indonesia. Karena itu, dia berharap masyarakat mewaspadai penawaran investasi berjangka yang tidak jelas pemainnya.

Menurutnya, masyarakat harus bisa memastikan bahwa perusahaan pialang yang digunakan adalah resmi yang tercatat di BBJ. Salah satu cirinya adalah perusahaan tersebut memiliki kata “Futures” atau “Berjangka” pada akhir namanya.

“Biar lebih yakin, coba cek ke situs BBJ dan Bappebti,” ujarnya. Selain itu, pastikan bahwa cabang tempat bertransaksi adalah resmi dari broker tersebut. Bila ragu, Anda bisa kontak kantor pusat pialangnya dan  verifikasi ke Bappebti.

Pastikan juga bahwa wakil pialang yang menandatangani transaksi adalah wakil pialang resmi bersertifikat dari regulator. Jangan ragu untuk menanyakan langsung kepada perusahaan pialang atau cek nama mereka di web Bappebti.

Roy juga menyarankan agar memastikan bahwa  transfer dana hanya kepada rekening terpisah khusus nasabah (segregated account) yang resmi. Harus pula ada perjanjian hitam di atas putih dan sesuai standar, pun harus Anda pahami betul isinya. Di dalamnya ada risiko-risiko yang sangat penting disadari sejak awal.

Sebelum melakuakn deal, calon nasabah pun harus sudah pernah melakukan simulasi. Pastikan bahwa produk yang diperdagangkan resmi sesuai dengan ijin Bappebti. “Untuk pemula, sangat dianjurkan untuk mulai dengan kontrak multilateral [banyak penjual dan banyak pembeli],” ucap Roy.

Nah, jika Anda jadi korban, jangan ragu melapor dan memberika keterangan lengkap karena akan sangat membantu aparat. Penipuan berkedok investasi harus diberantas, tidak boleh ada kata kompromi.

Daftar perusahaan yang dicabut izinnya

PT. Artha Berjangka Nusantara (2008)
PT. Cayman Trust Futures (2008)
PT. Danareksa Futures (2011)
PT. Dea U-Trade Futures (2006)
PT. Fortune Channel Futures (2007)
PT. Gita Artha Berjangka (2010)
PT. Graha Finesa Berjangka (2008)
PT. Indofutop (2003)
PT. Masterpiece Futures (2010)
PT. Maxgain International Futures (2010)
PT. Pandu Dana Utama Berjangka (2010)
PT. Piranti Jaya Artha Futures (2008)
PT. Sarana Perdana Berjangka (2010)
PT. Sentra Artha Futures (2007)
PT. Total Asia Futures (2007)
PT. Discovery Futures (Dibekukan, 2011)
PT. Buana Artha Futures (Dibekukan, 2011)
PT. Buana Investment Group (Dibekukan, 2011)