7/02/2013

Novi Amalia Bukan Gadis Ketergantungan Obat Terlarang


Novi Amalia (25) pengemudi mobil yang menabrak tujuh orang di kawasan Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat, belum lama ini, ternyata tidak memiliki ketergantungan pada obat terlarang.

Kuasa Hukum Novi, Chris Sam Siwu, Selasa, mengatakan dalam proses detoksifikasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta Timur, Novi tidak merasakan sakit.

“Perkembangan dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa dalam proses detoks Novi tidak merasakan sakit, artinya Novi bukan pasien ketergantungan dan bukan pengguna lama,” ujar Chirs Sam Siwu saat dihubungi Selasa, 23 Oktober 2012.

Detoksifikasi (bahasa Inggris: detoxification, detox) adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh. Chris mengaku tak mengetahui, sampai kapan Novi akan dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

“Saya tidak tahu sampai kapan Novi dirawat, tanyakan ke dokter yang bersangkutan,” katanya.
Salah satu dokter yang merawat Novi, Laurentius Pangabean menyatakan meski kondisinya terus membaik, Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) masih harus melakukan perawatan terhadapnya.

“Pemeriksaan medis kondisinya secara umum baik, dibanding saat pertama dibawa. Kondisi Novi jauh lebih tenang, sosialisasinya juga lebih baik,” katanya.

Selain mengatasi masalah ketergantungan narkotika, RSKO juga menangani masalah kejiwaan Novi dengan terapi. Setelah selesai melakukan perawatan kejiwaan, baru akan dilakukan penanganan masalah ketergantungan narkoba.

“Setelah kondisi kejiwaannya agak stabil, baru kemudian kami masuk tahap pelepasan akan ketergantungan zat tertentu,” katanya.

Mengenai masalah psikologis Novi, Laurentius belum mau menyimpulkan seperti apa. RSKO masih melakukan observasi untuk mendapatkan gambaran utuh tentang fungsi-fungsi pada kejiwaannya.
“Kami lakukan kroscek, dengan melakukan wawancara lisan. Memang agak berat juga, kami belum bisa simpulkan, beberapa pemeriksaan masih berlanjut,” katanya.

Untuk merawat Novi, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hanya untuk perawatan, dibutuhkan waktu satu bulan. “Agak lama adalah tahap pelepasan ketergantungan obat- obatan, Tahap kedua ini bisa mencapai waktu empat sampai enam bulan,” kata Laurentius.

Sementara itu Kepala Humas BNN, Sumirat Dwiyanto mengatakan, Novi dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, mulai dari halusinasi sampai paranoid. “Novi disarankan untuk dipulihkan dulu gangguan kejiwaannya,” kata Sumirat.

Disampaikan Sumirat, BNN tidak bisa menerima pemakai narkoba yang menderita gangguan lain. Seperti gangguan kejiwaan yang dialami wanita kelahiran Sumatera Utara itu.

Karenanya, untuk penanganan masalah kejiwaannya, BNN menyerahkan sepenuhnya kepada RSKO Jakarta Timur.

BNN tidak bisa menerima pecandu yang dual diagnosis, tentu masalah pecandu dan masalah kejiwaan. BNN hanya merehabilitasi mereka yang benar-benar pecandu dan addict di luar gangguan kejiwaan,” kata Sumirat. (ant)

Ini Status BBM Novi Saat Hendak Buka Pakaian

JAKARTA–Model majalah dewasa, Novi Amalia, 25, kembali berulah.
Hari Senin (1/7/2013) Novi diperiksa di Polres Jakarta Selatan karena hampir kembali membuka pakaiannya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Belum diketahui apa yang membuat Novi melakukan hal tersebut, namun dari status BBM nya sepertinya Novi sedang berduka.
“Bapak Sudah Meninggal,” isi status BBM Novi Amilia saat dilihat, Senin (1/7/2013).
Novi sendiri saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan. Novi dibawa ke Polres Jakarta Selatan karena dirinya bertingkah aneh dengan hendak membuka pakaiannya di pinggir jalan.
“Saat itu Novi bertingkah sangat aneh saat melintas di daerah Mampang, subuh tadi,” ujar Kasat Lantas Polres Jaksel Kompol Sutimin.
Pengacara Novi, Randy Anggara mengatakan, dirinya belum mengetahui apa penyebab kliennya tersebut kembali berulah. Padahal kasus Novi sendiri di Pengadilan Negeri Jakarta Barat belum selesai.
“Saya akan tetap dampingi,” Imbuh Randy.
Diketahui Novi memiliki keluarga di Medan, Sumut. Novi yang tengah menghadapi persidangan di PN Jakbar karena menabrak pejalan kaki beberapa waktu lalu ini, ayah kandungnya sudah meninggal. Hanya ada ayah tiri dan ibunya di Medan. Belum diketahui maksud Novi dengan status itu. (Jibi/Juanda)
Baca juga: