3/09/2012

Menanti ujung investasi amanah 1

Menanti ujung investasi amanah 1
Berikut salah satu poting terkait IA1 dari forum fb: 

Ass wr WB
Mhn maaf dan numpang klarifikasi aja.. sebelumnya sy sbg pribadi minta maaf atas postingam2 sy di group ini, sejujurnya secara pribadi sy tidak bermaksud utk bikin onar atau sengaja membuat kacau group IA1 termasuk SASA tetapi ini disebabkan beberapa hal yg mendasari, yaitu :

1. Pada awal bulan desember 2011 prusahaan sy melakukan audit rutin akhir tahun, dari hasil audit ternyata ada ketidak beresan pada cash outflow yg tdk ada laporan senilai Rp.150 jt dan terbukti bahwa uang ini diselewengkan salah satu staf keuangan dan ternyata lagi setelah diselidiki dan dari pengakuan ybs bhw uang tersebut diinvestasikannya kebeberapa konsorsium IA1 dan jujur pd saat itu sys m sekali gak tau apa itu IA1 dan bisnis online model apa yg dikerjakan, dibenak saya semacam KASKUS atau Berniaga.com krn sy sering menggunakan fasilitas kaskus dan berniaga untuk memcari/membeli apa aja.

2. Akhirnya pada januari 2012 sy mulai intensif memantau Group IA1 dan akhir januari sy mencoba bikin akun baru seperti yg saya gunakan ini untuk menjadi member dibeberapa konsorsium IA1, hal ini didasari rasa penasaran sebagai akibat dr ulah anak buah sy yg menginvestasikan uang perusahaan ke IA1.

3. Setelah diterima dibeberapa konsorsium IA1 sy baru tau dan menyadari dan sedikit paham atas kegiatan di group IA1 dan sy pikir wajarlah anak buah sy tergiur dg invest uang ke IA1, karena profit yg dijanjikan sgt luar biasa dan jujur sy sebagai pelaku bisnis sy sgt terkejut, terpana dan takjub..wah gile bener… darimana ngitungnya ya dan pake analisa apa ya… kalo kita normal aja pake BEP atau itungan Investasi konvensional yg mmg sdh baku dan dipake institusi bisnis apapun..

4. Akhirnya sy coba diskusikan mslh BO IA1 dan aktivitasnya dg teman2 sejawat dan dosen pembimbing sy di Unpad dl, berhubung sy agak kurang paham dg bisnis forex, dari telaah dan kajian2 dari mrk yg jg ada beberapa diantaranya praktisi di Bursa efek dan bursa komoditi Jakarta, termasuk salah satu teman saya yg bekerja di Bapepti akhirnya kami berani mengambil kesimpulan bahwa : apa yg dilakukan oleh M. Suaidi ST dan konco2nya dg membentuk yg mrk namakan konsorsium ini adalah bs dikategorikan tindak penipuan dg kedok bisnis Forex, modus yg dipake adalah dg menjanjikan profit sangat tinggi dan berkali lipat untuk menarik para investor yg gak pake mikir dan mmg ilmu forex nya jg minim dan yg di lihat hanya profit yg luar biasa besar dalam itungan bulan bisa kaya mendadak. Deg modus ini maka investor akan sgt tergiur meski pd awalnya ragu2, untuk meyakinkan calon investor dilakukan jurus kedua yaitu pada bulan ke-1, 2, mmg seakan2 dibayarkan janji profit ke investor dan bulan ke-3 investor diiming2i dg profit yg lbh besar lg, karena tergiur dan sedikit bodoh si investor ini akhirnya menginvestasikan seluruh uang hasil investasi bulan 1 dan 2 dengan maksud agar dpt profit yg lbh besar lg…. terjadilah investasi yg besar2an pada bulan ke-3 termasuk anak buah sy yg bodoh ini menyelewengkan uang perusahaan (150jt) buat tambah investasi… saking bodohnya akhirnya skrg sy jebloskan di ke penjara (dlm proses vonis minggu dpn).

5. Didapt kesimpulan jg bhw untuk mendukung aksi tarin dana dari investor ini di bikinlah konsorsium2 di daerah tujuannya ya biar investor tambah banyak otomatis uang yg masuk kerekening M. SUAIDI ST ini makin luar biasa.. nah si konsorsium ini sebagai perpanjangan tangan M. Suaidi di berikan bonus dari nilai investasi, konsorsium ini untungnya 2x dari investasi yg dsetor dapat dari suaidi jg dapet, makanya sikap investor mati2an belain si SUAIDI ini.

6. So akhir kata saya mengambil benang merahnya bahwa sy sebagai pribadi merasa kasihan dan prihatin dg para investor yg sdh jadi korban aksi penipuan ini, dan kami berniat kalo dalam 1 bulan ke depan tidak ada niat dari konsorsium dan terutama SDR. SUAIDI SHOLEH ST. ini mengembalikan dana investor, maka kami akan secara resmi mengadukan, dan memperkarakan kegiatan BO IA1 ini ke pihak berwajib dalam hal ini ke Kepolisian, Kejaksanaan dan otoritas moneter dan perbankan, Pasar Modal, pasar komoditi (BAPEPTI).

7. IA1 ilegal karena tidak berbentuk badan usaha, tidak mempunyai izin usaha perdagangan komoditi dari BAPEPTI, para trader (pialang) tidak memiliki surat izin melakukan perdagangan komoditi (forex) yg berhubungan dana/uang yg berasal dari masyarakat (investor), SITU, tidak terdaftar sebagai pengusaha kena pajak, tidak punya NPWP. Padahal uang investasi yg dikelola lebih dari ratusan milyar bahkan lbh gila dilihat dr postingan mencapai 2.8T.

8. Semua bukti kegiatan Group Konsorsium berikut postingan2 admin, sikap mereka yang kami nilai sangat arogan maen kick (istilah yg dipake) dari keanggotaan group jika ada investor bersikap rewel menanyakan kapan profit dan sering berbuat onar dalam group serta postingan jumlah dana yg masuk ke rekening para konsorsium dan SUADI SHOLEH ST, sdh kami clipping dan ini sebagai bukti materil dalam mengajukan pengaduan.

9. Saya melakukan ini karena saya prihatin dan kasihan sama investor yg jad korban.. (pengaduan akan dilakukan oleh tim pengacara perusahaan kami krn ini ada hubungannya dg perkara mantan anak buah saya yg menggelapkan uang perusahaan buat investasi di IA1 )

Terima kasih dan Wassalam.

Catatan saya: IA1 secara nyata adalah kegiatan ilegal dan selama ini aparat hukum tidak peka, jadi jikalau pun mau, tanpa laporan pun mereka harus bertindak.

Kedua, terlalu banyak orang yang bodoh soal investasi di Indonesia... dan sebagian banyak yang jadi penipu. Para penipu berbulu domba biasanya adalah orang-orang yang terlihat baik dari luar, karena itu semacam kedok untuk menggaet mangsa. 

Orang seperti Suaidi tampak seperti innocent. Menurut saya dia pun tahu apa yang dilakukannya adalah sebuah pelanggaran hukum. 

Kasus ini cocok sekali dengan metafora-metafora dunia forex maupun perdagangan derivatif. Suaidi adalah serigala, sementara mereka yg baru mengenal sedikit tentang forex adalah bebek duduk yang dengan mudah jadi mangsa. Artinya, hal macam ini sudah terjadi berulang kali.... hanya saja IA1 ini terlihat BESAR.

Tapi, mereka yg terlanjur jadi mangsa secara psikologis akan menolak kenyataan bahwa dirinya ditipu. Mereka akan menolak segala kenyataan bahwa Ia1 adalah sesuatu yang buruk dan melanggar. Dari sana mereka akan membabi-buta membela, ini terlihat jelas dalam forum fb. Memang, nanti pada satu titik mereka akan sadar, namun kadang bisa fatal .... bunuh diri atau menjual ginjal adalah bentuk pelarian itu.

Kalau saya boleh sarankan, bagi yang terlanjur utang besar untuk investasi ini lebih baik memilih penjara, atau melarikan diri saja ke batam atau singapura. Menunggu suaidi bagi2 duit bagai menunggu godot. Saya tak yakin semua uang itu dipakai trading.... perusahaan broker mana yang mau bangkrut (jika memang suaidi jago). Trading kan zero sum game, JUDI, jadi jika suaidi menang maka pedagangnya yg kalah, juga sebaliknya. 

Nilai satu perusahaan broker terkaya saja di Indonesia tak sebesar uang yang terkumpul di IA1.