11/23/2010

Menyoal Kampanye LSM Asing


Menyoal Kampanye LSM Asing 
Firdaus Cahyadi

Knowledge Sharing Officer for Sustainable Development, OneWorld-Indonesia 


Kapal milik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional Greenpeace, Rainbow Warrior, dilarang memasuki wilayah Indonesia. Datangnya Rainboe Warior ini rencananya akan menandai 10 tahun keberadaan Greenpeace di kawasan Asia Tenggara untuk bersama menyelamatkan hutan, melakukan revolusi energi, membangun pertanian yang berkelanjutan dan menghentikan polusi air.

Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, pelarangan kapal Greenpeace itu terkait dengan tidak jelasnya misi yang akan dilakukan LSM internasional itu di Indonesia. Bahkan salah seorang politisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang setuju dengan pelarangan kapal Greenpeace masuk perairan Indonesia menuding Greenpeace memiliki agenda tersembunyi menghancurkan ekonomi Indonesia melalui kampanye lingkungan hidupnya.

Bukan hanya itu, di berbagai milis, Greenpeace juga mendapat ‘serangan’ oleh para milis. LSM lingkungan internasional itu dituding tidak idependen karena kampanye-kampanyenya hanya ditujukan kepada perusahaan sawit. Bahkan sempat muncul tudingan bahwa kampanye Greenpeace terkait dengan politik perdagangan bebas negara-negara maju.

Tiba-tiba isu nasionalisme kembali dimunculkan dalam kasus penolakan kapal Greenpeace ini. LSM internasional itu dianalogikan sebagai pihak asing yang akan kembali menjajah Indonesia. Karena diasosiasikan sebagai penjajah maka keberadaannya harus ditolak oleh seluruh rakyat Indonesia.

11/16/2010

Calon Penulis Besar

saban kali main ke tempatku, dia akan memintaku mengeluarkan mesin ketik. matanya sipit dan bening, seperti pedang terasah. ia meminta selembar kertas lalu mengamati caraku memasangnya di mesin ketik. dia akan mengusirku dari hadapan mesin ketik. dia akan menguasai mesin ketik itu sepenuhnya, seperti hendak menulis sebuah novel.

aku pergi ke dalam sebuah buku sambil sesekali menengoknya. dia berpikir keras, sekeras penyair yang belajar menaruh titik dan koma sebelum judul. kupikir, dia sedang mencoba mengenali idenya, menjabarkan dan menata di kepalanya. matanya yang sipit makin sipit mengarah ke mesin ketik. entah, mungkin dia sedang berpikir mengenai kata apa yang tepat untuk mengawali sebuah kalimat.

namanya nug. waktu aku pertama kenal, dia sudah tak sekolah. katanya dia pernah mengenyam kelas satu sd. dia sudah lulus dari kelas satu. hebat ya. sudah bisa membaca meski sangat lambat. dia suka meminjam buku dariku, buku resep makanan. untuk dinikmati foto-fotonya yang amat menggiurkan. dan sekarang, dia sedang mencoba menulis. kemarin sudah kuajari mengenai hurup kecil dan hurup kapital. dia sudah menemukan titik dan komanya sendiri. dia telah sukses menulis namanya tanpa kehilangan satu hurufpun.

“Mas,” wow, dia tampaknya menemukan ide besar, “hurup n e endhi?” (huruf n-nya mana?)

dubraak….

Jenius baik

… misery is my company
…misery is looking for me
Good Charlotte, “Misery”


the photodiarist
Aku menghembuskan nafas ke udara siang yang lembab, bersama suara berdenging yang timbul dari kedalaman telingaku. Kini aku timbul tenggelam antara mengingat cahaya siang hari yang menyilaukan dengan semua keterbelakangan yang kualami.
Keterbelakangan harus kamu mengerti sebagai sesuatu yang direkayasa, dan aku masuk dalam kelompok orang-orang jenius baik yang terbelakang karena telah dimuntahkan dari seluruh tatanan sosial. Aku dipinggirkan, kira-kira seperti dalam teori sosial, ke dalam lingkungan yang akan memaksaku tunduk pada perputaran sistem. Bangun dari tidur, kamu harus memikirkan bagaimana makan hari ini bisa tersedia dengan baik, atau bagaimana biar kamu lekas-lekas merasa jadi orang yang berkecukupan dalam soal perut, pakaian, rumah, dan kesenangan hidup. Sedangkan aku, berpikir bahwa hidup harus dipenuhi lebih dulu dengan makan saja merasa jijik. Karena itu aku memilih menjadi orang jenius baik yang dipinggirkan daripada harus memenuhi perutnya dengan bangkai dan sampah.
Oke, aku hanya sedikit jenius baik yang tidak meratapi keadaan. Aku bangun dari tidur dengan mengingat mimpi, menelanjangi mataku dengan cahaya, dan menemukan udara telah mengacak-acak seluruhnya. Seluruhnya. Napasmu akan berbau seperti sesuatu yang memenuhi bumi, yaitu hal-hal jorok yang orang lain sembunyikan.
Kuberitahu, aku adalah sejenis jenius baik yang mengerti keadaan. Aku bukan setan baik hati yang datang sebagai penolong di kantor-kantor besar dengan ornamen keangkuhannya. Aku bukan iblis kecil yang berlari ke sana kemari di lingkungan sekolahan. Aku bukan pengecut yang menuruti ke mana dunia memerintahkannya mencari uang dan uang. Aku hanya si jenius baik, malaikat yang menempati rongga-rongga dari sisa ketamakan manusia. Di ronggaku, mereka menyebut gubug, dengan bangsat-bangsat siap mengigit kulit, melindungi dari hujan dan panas matahari. Aku malaikat yang tidak lagi terbujuk oleh nafsu rendah, malaikat yang terlihat seperti malaikat pada umumnya; kumuh dan mengenaskan.

Markus

Markus duduk sebentar di sebuah pot besar. Ia mengeluarkan rokok dan memaki dirinya sendiri karena tidak membawa korek. Sementara sore hampir habis, ia berpikir tentang sahabatnya yang telah pergi.
“Terimakasyih, Pak.” Tukang parkir itu melemparkan senyum dan memasukkan korek ke kantung baju sebelah kiri. Sebelah kanan ada tiket parkir, dan di tangan kirinya tiket-tiket bekas yang akan ia gunakan lagi.
Ada yang hilang ketika senja menjadi gaduh dengan suara azan. Burung-burung yang kembali ke sarang tidak mencurinya dari kenangan Markus, tetapi itu cukup menandai waktunya. Waktu yang tepat untuk merasa kehilangan adalah saat waktu berubah dan kehidupan menjadi lain. 
Sekarang ia berjalan, pikirannya tidak punya tujuan, tetapi langkah mekanisnya menuju pasar klithikan. Jika ada sesuatu di depannya, benda kecil yang dapat ditendangnya, dirasakan kakinya semakin kuat. Hidungnya akan asik menandai aroma bunga yang dilewati dari seluruh toko bunga itu. Tetapi ia tak pernah mengerti jenis bunga apa, ia tidak bisa memperhatikan hal seperti itu. Perhatiannya kadang pada uang, kadang perempuan, dan sekarang ia memperhatikan pikirannya yang mencoba mengingat sahabatnya. 
Di sebuah tikungan ia bertemu seorang pengamen yang hendak pulang, ia kenal anak itu. 
“Hei, syini syebentar. Belikan bunga mawar tiga buah.”
“Bukannya Mas dari sana tadi, kenapa tidak beli sekalian.”

Tiga Ton Membusuk di Kepalaku!

Aku datang kepada malam dengan kepala tertunduk, menangkap langkah kaki yang menyaruk trotoar, aspal, lapisan semen, dan segala hal selain tanah. Berat kepalaku seperti tiga ton ikan busuk yang diangkut dengan kapal tongkang, segalanya hampir tenggelam. 
Beginikah aku mengakhiri segalanya?
Maksudku, aku hidup seperti mencari fase kehancuran yang tepat dengan segala kesengsaraan khas orang-orang sepertiku. Waktu telah merampas mimpi-mimpi dan tibalah kenyataan yang sesungguhnya, selalu seperti ini? Aku bekerja keras untuk tetap miskin dan jelata, tetap malu pada dunia. Padahal, dulu aku terlalu optimis untuk menjadi tentara, menjadi dokter, juga menteri pariwisata. Aku sekolah mati-matian hanya untuk dikeluarkan karena orang perlu uang untuk bertahan di kursi yang jelek dan hampir patah kakinya. Kurasa aku masih terlalu muda untuk menyesal. Dan harga cita-cita semakin mahal saja. 
Yah, hingga akhirnya aku membawa tiga ton ikan busuk di kepalaku ini. 
Sebenarnya aku cukup cerdas untuk terus menemukan tempat yang layak untuk seorang manusia. Maksudku, di negara Indonesia yang agak aneh ini, menjadi sedikit kaya dan memiliki kelayakan hidup adalah sesuatu yang tinggi dan berharga. Itu sudah kupikirkan jauh hari, tentang bagaimana kelak aku sekolah hingga sarjana dan dapat gelar, segala macamnya itu, dan bekerja seperti orang-orang di televisi, dan dunia seolah tuntas. Tapi, bahkan aku didepak sebelum anak paling nakal di sekolah itu diskors. Aku dipecat. Maksudku, sekolah ini menolak anak yang tidak punya uang, padahal kupikir ini sekolah paling murah. 

Dewa Neptunus dalam SpongeBob SquarePants

12898219501079197500Dewa Neptunus, dalam mitologi Romawi, adalah dewa air dan laut. Ia danggap serupa dengan dewa Poseidon, dalam mitologi Yunani, yaitu dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Ada dua kuil di Roma yang ditujukan untuk memuja neptunus, yakni di dekat Circus Flaminius dan Basilica Neptuni, dibangun di Campus Martius.
Lalu, apa hubungannya Neptunus dengan SpongeBob SquarePants, sebuah serial film kartun produksi Nickelodeon? Serial kartun ini diciptakan Stephen Hillenburg, animator sekaligus ahli biologi laut. Pertama kali ditayangkan pada 1999 di AS dan diterbitkan oleh perusahaan Hillenberg, United Plankton Pictures Inc. Dalam serial yang ditampilkan global tv, sebelumnya tayang di Lativi, kita kadang mendapati karakter-karakter di serial tersebut menyebut Dewa Neptunus, seperti nyonya Puff yang sering mengatakan "Demi Neptunus!" Spongbob pun mengucapkan kata "Demi Neptunus!" untuk menggantikan seruan "Ya Tuhan!"/"Oh, God!" di beberapa edisi--saya tidak ingat judul-judulnya, karena tidak pernah memperhatikan judul.
Dewa Neptunus sendiri muncul di beberapa episode dan berinteraksi dengan masyarakat Bikini Bottom. Bikini Bottom adalah sebuah kota di bawah laut tempat Spongebob dan kawan-kawan tinggal. Stephen Hillenburg pernah berkata bahawa Bikini Bottom direka lebih kurang berdasarkan kota Seattle, kota terbesar di wilayah Timur Laut Pasifik AS, terletak di negara bagian Washington, 180 km di sebelah selatan perbatasan AS-Kanada. Seattle juga dikenal mempunyai reputasi akan konsumsi kopinya yang tinggi. Bagi masyarakat Bikini Buttom, kehadiran Dewa Neptunus itu mungkin terasa wajar-wajar saja. Namun, bagi penonton Indonesia, seruan itu mungkin tidak sesuai dengan kepercayaan agama yang ada. Lebih lagi, jika penonton serial tersebut kalangan anak-anak. Karena itu, ada baiknya orangtua menjelaskan istilah-istilah yang muncul dalam film tersebut agar anak kita memahami sesuai konteks, tidak serta merta menyerap tanpa pengetahuan.
Neptunus adalah dewa air dan laut pada mitologi Romawi, saudara kandung Yupiter dan Pluto. Menurut Wikipedia, ia serupa, tetapi tidak sama dengan dewa Poseidon dari Mitologi Yunani. Poseidon, adalah dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Ia memiliki senjata berupa trisula yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. senjata ini juga dimiliki Neptunus dalam serial SpongBob. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh hippokampos (makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amfitrit dan memiliki anak bernama Triton. Poseidon sudah dipuja di Pylos dan Thebes sejak zaman perunggu Yunani sebagai saudara Zeus dan Hades.
Lepas dari faktor kehadiran Dewa Neptunus dalam SpongeBob, bagi saya serial itu merupakan kartun cerdas. Tema-tema yang disajikan kadang berupa kritik sosial. Karakter yang dibuat Hillenburg pun tampil kuat dengan kebiasaan dan jalan pikiran masing-masing. Mungkin kreator ingin menampilkan kritiknya pada dunia orang dewasa yang kadang munafik, seringkali dibawakan oleh Squidward yang merasa cerdas dan berkelas. "Kecerdasan" Squidward ditampilkan lewat tanda-tanda yang khas; kepala besar (tapi sering berpikir njlimet) , suka jazz (tapi sering gagal memainkan klarinet), suka seni (tapi narsis), benci pada rutinitas (tapi tidak bisa keluar dari rutinitas), dll. yang pada intinya menampilkan kontradiksi. Kadang saya juga menangkap kesan masih adanya "pertarungan" dua ideologi besar dunia, kapitalisme vs komunisme.
Dan, tampaknya hanya Spongebob dan patrick yang bisa keluar dari lingkaran itu lewat perilaku mereka yang menerabas batas kenormalan. Mr Krabs adalah sisi keserakahan kapitalisme, sedangkan Squidward menjadi simbol buruh yang membenci pemilik modal, namun selalu gagal memberi perlawanan. Saya juga sering mengasosiasikan Mr. Crab ini dengan Ray Kroc, pengusaha yang membeli McDonald's Corporation pada tahun 1955, dan menjadikannya sebagai restoran cepat saji terbesar di dunia.
Selain hal-hal cerdas itu, kita juga bisa menangkap beberapa hal konyol (atau sebetulnya simbol-simbol yang memiliki makna?) dalam film kartun populer itu.
1. Patrick Stars tidak punya hidung

2. Di kamar mandi spongebob ada shower, padahal dirinya ada di dalam air
3. Squidward tidak pakai celana
4. Tuan krab (kepiting) memiliki anak ikan paus
5. Semua makhluk laut tidak bisa berenang, karena selalu menyentuh dasar laut
6. Gerry, siput peliharaan spongebob bersuara layaknya kucing
7. Ubur-ubur dianggap seperti lebah, mempunyai sarang dan jelly (madu)
8. Semua ikan bisa berjalan dengan berdiri
9. Rumah spongebob terbuat dari nanas dan tak pernah membusuk
10. Rumah squidward menyerupai patung yang ada di pulau paskah
12. Sandy (tupai) memakai kostum saat di dalam laut, tapi kostumnya lebih mirip astronot
13. Di dalam air bisa nonton TV
14. Spongebob tidak pernah lulus sekolah menyetir
15. Plankton bisa dilihat dengan mata telanjang, padahal sebenarnya harus memakai mikroskop
16. Semua kapal boat mempunyai roda
17. Ada laut di dalam laut
Dalam setiap serial biasanya ada banyak bertebaran kata "bijak," atau sebenarnya humor bijak. Kita bisa menangkapnya secara langsung lewat kata-kata mereka, atau menangkapnya dalam jalinan cerita.

Tuan Krab ketika membuka gerai Krusty Krab rahasia di rumah Spongebob: "Apa yang tidak membunuhmu, biasanya menjadi sukses dikesempatan kedua".

Tuan Krab berkata ketika episode gelembung sahabat: "Uang selalu benar"
Ketika Patrick menjadi pintar karena salah memilih kepalanya yg terlepas: "Pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan."
Ketika spongebob bertanya pada patrick ketika mau berangkat sekolah
Spongebob: "Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi? Patrick menjawab, "Menunggumu kembali..."
Saat spongebob menjadi kaya dan melupakan Patrick juga teman-teman yang lain, Spongebob memohon kepada Patrick, dan Patrick berkata: "Kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali."

Apakah SpongBob Gay?


Nah, ini satu lagi yang mungkin membuat penasaran beberapa orang. Saya pernah dibisiki seorang teman bahwa film tersebut membawa "pesan-pesan" gay. Entah di bagian mana. Mungkin, dengan kentalnya persahabatan Patrick dan Spongbob, kita bisa menangkap pesan itu. Spongbob sendiri, seingat saya, tidak pernah memiliki pacar. Usaha kencan dengan perempuan terjadi dalam salah satu episode namun hanya sebagai pelaksanaan perintah Krabs. SpongBob diperintah Mr. Crab untuk jadi teman kencan anaknya Crab, namun gagal. Demikian juga dengan Patrick yang sepertinya tidak memiliki ketertarikan dengan perempuan.
Mungkin, kentalnya persahabatan kedua tokoh itu lebih pada usaha mengajarkan arti persahabatan pada anak-anak.

SpongeBob, spon penyerap, kuning, dan berlubang ini, bekerja sebagai juru masak di Krusty Krab, sebuah restoran makanan cepat saji, dimana Squidward juga bekerja sebagai kasir. Krusty Krab dimiliki Eugene H. Krabs (Mr. Krabs). Sheldon J. Plankton adalah musuh bebuyutan Krabs yang memiliki sebuah restoran makanan cepat saji bertaraf rendah bernama The Chum Bucket yang terletak berhadapan Krusty Krab. The Chum Bucket seolah-olah tidak pernah dikunjungi pelanggan, dan Plankton meluangkan kebanyakan waktunya untuk merancang peralatan untuk mencuri resep burger Krabby Patty milik Mr. Krabs. Plankton hanya berhasil mencuri resep itu dalam The Spongebob Squarepants Movie; formulanya tidak pernah diperlihatkan kepada penonton. Istri komputer Plankton, Karen, kadang-kala membantunya dalam rancangan jahatnya atau bertengkar dengannya.
15/11/2010 18:52

11/01/2010

Laki-laki Kecil

Aku mulai khawatir dengan lelaki ini, lelaki yang selalu datang dengan perasaan bunga di depan pintu yang tak ingin membuka. Setiap kali senja mengalami pertemuan dengannya, matanya masih bulat memancar dengan kata-kata kehidupan yang bergulir seperti musim, datang dan pergi lebih pasti daripada pengalaman manusia. 
“Tidak perlu kau menolongku untuk mencintai, bagaimana melakukannya, dan untuk tujuan macam apa kulakukan semua perjalanan ini.” Ia berkata dengan sungguh-sungguh tentang sesuatu yang baginya besar, tapi aku hanya peduli pada apa yang diiklankan di TV. 
Ia tidak pernah marah padaku, setidaknya belum. Aku selalu berharap bisa merubah pendiriannya untuk mencari cinta perempuan bernama Bulan, toh yang datang padanya lebih dari cukup untuk sebuah kehidupan yang baik. 
Pada Mei tahun lalu, sebuah kejadian kecil membuatnya seperti seorang ksatria dengan kuda putih yang berjalan tegak ke sebuah pertarungan yang bukan miliknya. Angin pertengahan Mei tidak terlalu keras, jua tidak lembut karena beberapa anak kecil sudah menaikkan layang-layangnya. Ladang tebu membuat karnaval bunga-bunga putih seperti panji-panji dari barisan tentara berpakaian hijau kurus ke angkasa. Di jalan yang tidak lebar, tidak pernah lebar, lelaki itu bertemu perempuan yang selalu berjalan bersamanya bertahun-tahun tanpa pernah saling kenal.