10/02/2010


Kebutuhan belajar masyarakat kita sesungguhnya sangat tinggi, namun kesadaran akan kebutuhan belajar itu belum mengakar. Sebagai negara yang dikategorikan “berkembang”, indonesia sangat memerlukan lompatan ilmu pengetahuan. kita tidak bisa lagi bergerak dengan langkah-langkah pelan.

hari ini saya tergelitik dengan satu tulisan kompasiner mengenai budaya baca di rusia. sebagai seorang yang pernah bergiat di perpus komunitas, ini jelas menggelitik saya. budaya baca di indonesia memang rendah, sekalipun tidak ada skala yang membenarkan pernyataan itu. di kalangan mahasiswa, yang dinilai sebagai kelas intelektuil, juga masih kurang budaya baca. Kompas hari ini misalnya, menurunkan artikel mengenai jual beli skripsi, tesis, dan bahkan desertasi. hal tersebut, sedikit atau banyak, terkait dengan rendahnya budaya baca. para mahasiswa enggan membaca buku sehingga merasa berat untuk membuat karya tulis. saya pribadi pesimis dengan pendidikan formal atau sekolah di indonesia, sebab lembaga ini sangat konservatif. sekalipun, ada sekolah-sekolah yang maju sistem pendidikannya, namun tidak pernah bisa mereprensentasikan dunia pendidikan nasional. sekolah juga tidak sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan belajar masyarakat.