Menampilkan postingan dari Juli, 2010

Kaburnya Para Jablay Jatinegara

Jatinegara identik dengan stasiun tuanya, dengan pasar tumpahnya, yang diikuti…

Achmad Bakrie Award Kembali Ditolak

Setelah Romo Franz Magnis Suseno dan penulis Goenawan Mohammad, penolakan pengh…

Mengerek Bendera Bajak Laut

Sudah Agustus lagi. Sepanjang Juli kemarin kita mendapat kemarau basah. Bagi sa…

Johnny Cash di Secangkir Kopi

Tak tahu kapan saya mulai suka mendengarkan musik country. Tapi, kukira dari se…

Tak Perlu Berjanji

“Tak perlu berjanji padaku!” katanya dengan suara tak jelas apakah memberi pern…

Banjir Cengkeh di Code dan Rekor MURI

Di Jogja , kerja bakti massal membersihkan Kali Code sepanjang 20 kilometer ber…

Mengitari Jogja di Kesunyian

Kelayapan di Jogja itu nggak lengkap kalau nggak ditambah dengan mengunjungi ma…

Kopi Nikmat dan Hemat

Kopi menjadi tema menarik yang masuk dalam novel dwilogi Padang Bulan dan Cin…

Surat Cinta Saya

Masa sekarang ini, saya kira makin sedikit orang menulis surat, apalagi surat c…

Ke Jogja = Ke Code

ada letupan-letupan kecil di perut saya ketika naik angkot pagi ini. Melewati k…

Musim Kemarau Bersemi

Datangnya musim kemarau, bagiku, memiliki kesan tersendiri. Berbeda dengan cara…

Surat Cinta Kepada Laki-laki Mabuk I

Hai anak-anak yang memanggul dunia, aku ingin berterimakasih atas harapan yan…

Muat postingan lainnya Tak ada hasil yang ditemukan