Kata-kata bisa sangat berbahaya. Akibatnya sering tidak pernah kita duga. Lidah tak bertulang tak sekadar setajam silet, tapi juga bisa berakibat pada hilangnya nyawa.
Ini adalah beberapa contoh butki bahwa kata-kata bisa sangat berbahaya:

1.       Pembunuhan Driver Ojek Online
Baru beberapa hari lalu kasusnya. Seperti ditulis TribunnewsBogor.com, pembunuhan seorang driver ojol wanita bernama Rieke Andrianti (43) sudah terkuak. Rieke tewas di dalam tempat tinggalnya di Rusun Griya Tipar Cakung, Cakung Barat, Cakung pada Jumat (8/11/2019).
Rieke ditemukan tergeletak di kamar dalam kondisi mengenaskan. Sang anak, Musamah, yang menemukan. Polisi pun telah menangkap pelaku yang adalah tetangga sendiri.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, tersangka yang berinisial JE melakukan pembunuhan karena sakit hati, sob. Menurut pelaku, Rieke ini sering mengejek tersangka yang memiliki kulit hitam setiap kali bertemu.
Jadi hati-hati ya, jangan mentang-mentang orang lain terlihat lemah kemudian seenak udel menghinanya. Siapa yang akan menduga, setan di dalam tubuhnya akan menjadi jalan kita celaka. Tidak membela pelaku ya, karena tetap saja pelaku bersalah melakukan pembunuhan. Ini hanya agar kita tidak menjadi korban.
2.     
  Pembunuhan Keluarga di Deli Serdang
Kasus kedua adalah pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Tanjung  Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. Seperti ditulis Brilio.net (10/01/2019), pembunuhan ini juga dilatarbelakangi oleh dendam pelaku.
Pembunuh mengaku sakit hati karena diejek dengan sebutan gajah oleh korban yang merupakan tetangga sendiri. Nyawa satu keluarga pun melayang, yakni Muhajir (49) dan istrinya, Suniati (50), serta putranya M Solihin (12).

3.       Pembunuhan Keluarga Diparum di Bekasi
Ini salah satu pembunuhan paling mengerikan, sob. Bagaimana sebuah dendam bisa mengubah seorang menjadi iblis tak berperikemanusiaan. Kejadiannya tahun lalu, menimpa satu keluarga yang tinggal di di Jalan Bojong Nangka 2 RT 3 RW 7, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
Seperti ditulis Tempo.co (19/1/2018), korban adalah Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37) dan dua anaknya berinisial S (7) dan A (7).  Tersangkanya adalah Haris Simamora, sepupu dari Maya Ambarita, atau paman dari dua anak Diperum-Maya yang juga menjadi korban. Saudara sendiri, sob, dibunuh...
Menurut polisi, motif pembunuhan karena pelaku sering dihina dan dinggap tidak berguna. Bahkan tak hanya lewat kata-kata, tapi juga pernah ditendang.
Makanya, hati-hati yang memperlakukan orang lain. Bahkan kalau kamu anggap orang lain itu salah, tidak semestinya menyakiti hatinya. Kalau salah ya dibenerin salahnya. Ingat, ini bukan membela pelaku, tapi demi keamananmu dan keluargamu.

4.       Pembunuhan Remaja yang Ditemukan Tinggal Tulang
Pembunuhan yang ini dilakukan terhadap remaja, dan pelakunya ada yang masih anak-anak. Dikutip dari berita Inews.id pada 13 Agustus 2019, korban pembunuhan adalah Nurkhikmah (16) warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Pelakunya berinisial AM (20), MP (18), SA (24), NL (18), dan AI (15). NL dan AI adalah perempuan. Mereka adalah teman dekat Nukhikmahyang sebelumnya dilaporkan hilang 5 bulan, dan ditemukan sudah dalam bentuk tulang-belulang. Sedih ya...
Alasan pembunuhan teman dekat ini karena sakit hati dengan omongan korban. Menurut polisi, para pelaku sakit hati dengan omongan korban. Mereka sempat cekcok.
Nah, sekalipun kita sedang emosi, usahakan tetap jaga omongan. Sekali lagi, ini demi keamananmu sendiri. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti kasus pembunuhan ini, ya. Apalagi masih remaja, masa depannya masih panjang.

5.       Pembunuhan Deudeuh oleh Pelanggan Sendiri
Kalau yang ini kejadiannya 2015, sudah lumayan lama. Tapi Tetap menjadi pelajaran berharga ya. Bukan hanya kepada korban, tapi juga pelaku. Artinya, pelaku pembunuhan seperti ini biasanya mudah tertangkap dan akhirnya mendekam di penjara, meninggalkan anak-istri.
Seperti dikutip dari Merdeka.com, kejadiananya di kamar kos korban, di Jalan Tebet Utara 15-C, Jakarta Selatan. Bagi cowok hidung belang tetntu tahu, ya. Deudeuh Alfisahrin (26) atau Tata adalah wanita panggilan yang menawarkan jasanya secara online via Twitter @tataa_chubby.
Tata ditemukan dengan mulut tersumpal kaos kaki, dan belitan kabel di leher. Tubuh polos tanpa pakaian. Awalnya diduga perampokan, namun setelah tertangkap pelakunya diketahui motif sesungguhnya.
Polisi menemukan barang bukti berupa kaos kali, kabel, alat kontrasepsi bekas berisi cairan sperma, serta buku catatan korban. Pembunuh janda 1 anak tersebut ternyata M. Prio Santoso, pelanggan Tata. Prio ditangkap di rumahnya di Bogor saat tengah tidur pulas bersama sang istri yang tengah hamil dan anaknya.
Prio dua kali memakai jasa Tata memuaskan nafsu. Namun, yang terakhir berujung pembunuhan. Menurut polisi, Prio mengaku membunuh Deudeuh karena sakit hati dikatai bau dan bikin mau pingsan. “Katanya saya bau, bikin dia mau pingsan. Saya kesel,” kata Rio, dikuto Merdeka.com.
Itulah lima pembunuhan yang berawal dari ucapan menyakitkan. Mungkin ada juga yang mengingat film Joker. Orang-orang yang disakiti bisa berubah jadi jahat.
Tapi nasihat ini bukan hanya agar kita tidak jadi korban, namun juga agar kita tidak jadi pelaku (pembunuhan). Ingat, kita semua punya masa depan, punya kehidupan yang patut dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sia-siakan dengan perkataan yang buruk, atau tindakan emosional semata.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama