12/11/2018

,

Ngaku Fitnah Jokowi Kok Tidak Ditangkap?

GUMPALAN -- Politikus La Nyalla Mattalitti kembali buka suara. Politisi yang awalnya berada di kubu lawan Joko Widodo itu kini membela sang Presiden.


Lewat berbagai media, La Nyalla mengaku sempat ikut menyebarkan isu bahwa petahana Presiden Joko Widodo sebagai aktivis Partai Komunis Indonesia atau PKI yang eksistensinya telah diberangus di era Orde Baru lewat tragedi 1965.

Namun, La Nyalla mengaku sudah meminta maaf kepada Jokowi dan menyatakan kini telah bertobat. Nah, pertanyaanya, kenapa La Nyalla tak diproses polisi karena telah mengaku sebagai pihak yang menyebar fitnah pada 2014?

La Nyalla sendiri sudah menyatakan menyesal telah mengembuskan berbagai isu negatif lainnya tentang Jokowi saat Pilpres 2014. Ia juga mengaku menjadi salah satu pihak yang ikut menyebarkan taboid Obor Rakyat, media propaganda yang merugikan Jokowi dan isinya fitnah melulu.

"Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, China. Saya yang sebarkan Obor di Jawa Timur, Madura. Akhirnya saya datang ke beliau dan sampaikan, saya mau minta maaf tiga kali. Alhamdulillah dimaafkan, ya sudah. Kalau sudah berani seperti itu, berarti, yang saya tahu tidak betul Pak Jokowi anti-Islam," kata La Nyalla seperti dikutip dari Detik.com, 11 Desember 2018.

Kini, sebagai pendukung Jokowi, mantan Ketua Umum PSSI-KPSI periode 2012 hingga 2016 itu berkampanye untuk membersihkan namanya. Alias, menjilat ludah sendiri, atau dalam istilah netizen: Semua akan cebong pada waktunya.

Bahkan, sekarang La Nyalla mencibir pihak-pihak yang masih percaya Jokowi adalah anggota PKI. Ia menyebutnya dengan istilah 'gelap mata'. Ya, bagaimana, dia sendiri dahulu yang menyebar fitnah itu. Mana mau orang tiba-tiba percaya sebaliknya.

Siapa sih Sebenarnya La Nyalla? 

Baik, kita terangkan sejenak, La Nyalla Mattalitti lahir 10 Mei 1959. Popularitasnya naik saat menjadi orang nomor satu di dunia sepak bola Indonesia karena menjabat sebagai ketua umum PSSI-KPSI periode 2012 hingga 2016. Bener nggak sih?

La Nyalla menggantikan Djohar Arifin Husin melalui kongres luar biasa yang diprakarsai oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), di Hotel Mercure, Ancol. Nah, setelah KPSI melebur dengan PSSI dia diangkat menjadi Wakil Ketua PSSI menggantikan Farid Rahman.

Pria Bugis yang besar di Surabaya ini juga dikenal sebagai salah satu pengusaha dan tokoh populer di Jawa Timur.


0 komentar:

Posting Komentar