Dunia medis mengenal plasebo sebagai pengobatan yang tampak nyata, tapi sejatinya bukan obat sama sekali. Pengobatan plasebo itu bisa berupa pil atau suntikan palsu, alias tidak mengandung zat aktif dan tidak dapat mempengaruhi kesehatan.

Oleh sebab itu, plasebo sering disebut sebagai obat kosong. Namun, meski obat kosong, plasebo bermanfaat juga.

Contohnya, ilmuwan sering menggunakan plasebo dalam penelitian untuk membantu mereka memahami efek obat baru. Pasalnya, mereka perlu membedakan mana efek obat yang memang sesungguhnya terjadi, dan mana yang sebenarnya hanya sugesti belaka.

Sering orang percaya begitu saja bahwa pil yang diminum mengandung obat hanya karena terlihat seperti asli. Bahkan, orang yang menelan dua pil sekaligus bisa yakin efek obatnya dua kali dibandingkan dengan minum satu saja.

Dan nyatanya, seseorang yang mengharapkan pengobatan berhasil, kemungkinan efek plasebo akan lebih tinggi. Bahkan sejumlah riset juga menunjukkan bahwa efek plasebo masih bisa berdampak ketika orang tersebut skeptis pada keberhasilan. Kemungkinan besar, kekuatan sugestilah yang bekerja.

Menariknya, hubungan dokter dan pasien mempengaruhi efek plasebo. Semakin percaya orang pada sang dokter, semakin yakin ia pada efek obat kosong itu bekerja.

Nyatanya, obat kosong dapat memicu pelepasan bahan kimia penghilang rasa sakit dalam tubuh, bahan kimia otak ini disebut sebagai endorfin.

Efek plasebo ini juga bekerja pada kehidupan sehari-hari. Contoh saja bagaimana kita menemukan kebahagiaan, ada yang sederhana ada yang berliku-liku.

Untuk bahagia, obat kosong ini berguna. Yakinlah bahagia itu bisa datang dengan mudah, maka endorfin tubuh akan bekerja. Jangan membuat syarat bahagia yang terlalu tinggi, atau Anda akan terlalu sering depresi.

Ada riset, anggaplah sebuat studi yang nyata, bahwa berbagai atau memberi kepada orang lain itu bisa membuat bahagia. Orang yang menerima pun akan bahagia. Dan yang mengejutkan, orang ketiga yang melihat kebahagiaan itu juga ikut bahagia.

Kalau ada adagium ‘bahagia itu sederhana,’ maka itu bisa sesederhana atau semurah efek plasebo. Melihat orang tertawa, tanpa tahu alasannya, bisa membuat kita ikut tertawa.

Sayangnya, tidak semua efek plasebo berdampak baik, seperti prasangka buruk. Melihat sinetron yang isinya marah-marah dan kisah yang didramatisir bisa membuat penontonnya ikut marah dan sedih.

Efek plasebo sudah ‘dikenali’ sejak agama Hindu berkembang di India ribuan tahun lalu. Dalam salah satu literatur, Regweda, ada mitos tentang kalpataru, pohon yang mengabulkan permintaan.

Dalam bahasa Sanskreta kalpataru berasal dari akar kata ‘kalpa’ atau ‘klp’ yang berarti ‘ingin’, dan ‘taru’, ‘wreksa’ yang berarti ‘pohon’. Di Indonesia ada relief kalpataru atau kalpawreksa, yakni di Candi Pawon yang dibangun pada abad ke-8.

Sejatinya, pohon kalpataru itu ada di dalam diri kita masing-masing. Apa yang kita pikirkan, atau apa yang kita inginkan bisa terpenuhi karena itulah yangg menggerakan hati dan pikiran. Tergantung apakah itu harapan postif atau negatif.

Saya jadi teringat salah satu kutipan terkenal dari Confucius yang di beberapa website disebut dari Andy Warhol: “Everything has beauty, but not everyone sees it.” Keindahan terlihat bagi mereka yang mengharapkannya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama