Tulisan ini copas dari tulisan saya di Kompasiana yang udah diview1400-an. Semoga ada gunanya.... 


[Hati-hati Penipuan] Mengapa Mitrosgroup Masih Hidup?



Apakah Anda pernah kenalan sama “Mitrosgroup Sukses Mandiri”? Atau Anda pernah lihat iklan GoogleAds yang seperti di bawah ini;
Nah, pasti sering lihat kan ya. Sudah pernah coba klik? Saking ekspansifnya iklan ini (perkiraan saya) tentu banyak yang sudah klik. Lalu, apakah Anda mendapat gambaran binatang apakah sesungguhnya itu? … Jelek sih web-nya, hanya ada tulisan yang nge-link lagi ke dua lama lain. Satu ke bisnis mereka, satu lagi ke blog yang jadi “perias.”
Tau tidak, kalau bahwa apa yang mereka lakukan itu ILEGAL. Ya, beneran loh, ILEGAL. Lihat saja kalimat iklannya, semua konsultan investasi pasti mengerut dahi. Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (regulator, ceritanya sih) di Matraman sana harusnya juga garuk-garuk jenggot.  Soal itu sebetulnya pernah ditulis teman Kontan beberapa bulan lalu, dan seharusnya regulator sudah tahu. Tapi saya tidak pernah dengar regulator menindak.
Padahal, tahun lalu ada kasus penipuan besar di Yogyakarta berkedok investasi forex juga, atau kalau yang perusahaan dari Malaysia kemarin (lihat di MetroTv) trading emas. Kasus di Jogja sudah ditangani polisi, tapi sudah terlanjur banyak korban kena tipu. Namanya, kalau tak salah ingat, Cahaya Forex…
Modusnya hampir sama dengan si Mitrosgroup ini, menjanjikan keuntungan tetap padahal mereka main di ‘investasi’ berisiko. Agak enggak tega juga nyebut penipuan, karena mungkin belum kejadian seperti yang di Jogja… soalnya gini, biasanya mereka memang selalu memberikan imbal hasil sesuai yang dijanjikan. Awalnya, tentu saja. Terus, kalau perusahaannya udah gede dan nasabah banyak, ada kejadian-kejadian yang mulai aneh bagi nasabah. Kalau yang diceritakan Anisa Bahar kemarin, pada awalnya konsisten, sehingga dia nambah modal dan bahkan ngajak-ajak temennya… Tapi, kita tahu dong ending-nya dari penipuan itu, uang nasabah dibawa kabur.
Kalau menurut orang Bappebti, dulu saya sering ketemu dan sekarang kadang masih, yang namanya forex nggak ada yang pasti untung, kalau ada yang menjanjikan pasti untuk itu penipuan. Regulator itu juga punya UU-nya, silahkan dibaca. Di sana terang disebut bahwa hanya menyampaikan hal-hal baiknya tanpa memberitahu risiko pada nasabah sudah merupakan pelanggaran. Ya, apalagi yang kayak si mitro ini … (Tapi, kenapa ya regulator enggak bertindak? Nunggu korban jatuh kayak di Jogja kali ya?)
Bukannya nakut-nakutin ente2 orang yang kelebihan duit ratusan juta ya … ane cuma ngasih tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu penipuan. Meskipun, ane sebenarnya ragu juga, ada enggak ya yang mau ditipu?
Soalnya begini nih, kalau kita kunjungi laman web-nya saja sudah tidak meyakinkan, apalagi sistemnya, dan terutama klaim mereka. Sementara, investor kan rata-rata orang pinter ya (masa punya duit ratusan juta kagak pinter sih? Kasihan duitnya kalau ente gag pinter). Coba kita periksa sebagian kecil klaim yang akan menunjukkan kebohongan si Mitro ini:
1.=>Saya Sumitro Tjondro adalah Komisaris/Owner :
*PT. PROFX SUKSES MANDIRI (Fund Manager)
*PT. ARTHA GADING FUTURES
(saya membeli PT. ARTHA GADING FUTURES karena menghormati BAPPEBTI dan hukum yang berlaku di Indonesia)
*PT. SUKSES MANDIRI TRANSINDO (Tour & Travel)
Perhatikan ya, PT. Artha Gading Futures memang pernah hidup, berkeliaran, dan berulah. Dan sudah ditindak oleh Bursa Berjangka Jakarta dan masuk Daftar Pialang yang Dicabut Izinnya oleh Bappebti (di sini).  SK Pencabutan: 416/BAPPEBTI/SA/7/2008 Tanggal: 24 Juli 2008.
Jadi, Sumitro mengaku membeli perusahaan yang sudah dibekukan. Sekalipun begitu, saya cek ke http://www.arthagadingfutures.com/ wujudnya masih ada. Tapi, saya tidak tahu aktivitasnya sampai mana. Yang jelas, mereka masuk daftar “dibekukan” regulator. Bahkan, sekalipun Sumitro benar memiliki perusahaan itu, iklan “Forex Selalu Profit” adalah menyalahi regulasi.
Trus dia nulis lagi begini (masih dengan huruf yang jelek):
Memberitahukan bahwa jikalau ada marketing yang resign maka itu sama sekali TIDAK mengganggu kinerja kerja ketiga PT tersebut diatas; karena para marketing ataupun bekas marketing itu TIDAK PUNYA saham di ketiga PT tersebut. Kami TIDAK ADA kerjasama dengan Bisnis Investasi Online yang lainnya atau TIDAK PUNYA cabang.
Saya enggak tahu sih apa maksudnya, tapi itu indikasi ada yang bermasalah di perusahaan Sumitro. Kemudian dia nulis lagi dengan tulisan yang sama jeleknya:
2.=>Bisnis Investasi ini adalah MURNI dari hasil trading EMAS saja dan teknik tradingnya 2 arah yaitu mengikuti tren harga internasional; jadi sama-sama bisa dapat profit meskipun harga EMAS sedang naik ataupun turun. DAN BUKAN tergantung dari Member get Member atau Multi Level Marketing(MLM).
Oke, lalu kenapa dia bilang Forex ya di iklannya? Mungkin maksudnya perdagangan bilateral … trading yang semi-judi, kalau menurut saya sih. Di sini ada permainan zero sum game … apa itu? cari tahu sendiri ya.
Lalu dia melanjutkan dengan kata-kata berikut:
3.=>Mohon maaf bila YM anda tidak segera saya jawab karena kesibukanku tapi saya akan segera menjawabnya atau anda dapat menghubungi langsung marketing kami.
4.=>Email saya mitrosgroup@yahoo.com BERUBAH MENJADI mitrosgroup@gmail.com hanya untuk komplain atau ketidakpuasan anda.
5.=>Untuk keperluan Pendaftaran Investor baru; kirim Email ke info.profx@gmail.com
6.=>Anda sangat dianjurkan untuk mempunyai rekening Bank Mandiri / Bank BCA juga supaya pembayaran profit bisa lancar; pemberitahuan transfer profit lewat SMS dari nomor 0856-3484-555(nomor ini hanya untuk konfirmasi saja dan jangan telepon ke nomor ini!!!!!). Jikalau sampai dengan batas tanggal SKI(surat kontrak) anda belum juga terima profit maka anda baru BERHAK email ke mitrosgroup@gmail.comdengan subject KOMPLAIN PROFIT. Karena harus menunggu gilirannya mohon untuk bersabar; komplain tidak akan dilayani jika lebih dari sebulan.
Hmmmm, tolong ya Anda simpulkan sendiri. Khusus yang tidak mengerti Forex, online trading, dsb jangan coba-coba menyentuh iklan itu ya. Hati-hati bujuk rayu di luar sana, banyak orang sudah ketipu miliaran rupiah untuk hal-hal yang seharusnya bisa mereka pahami. Hanya karena mereka tidak mau belajar dan mengejar pelipatgandaan uang saja maka mereka ketipu. Jangan lagi terjadi, mending disumbangkan saja pada saya uangnya.
Tulisan ini terlalu seklumit untuk menjelaskan semuanya. Tapi, saya kira ini bisa jadi awal teman-teman untuk waspada. Saya sendiri bukan investor, karena uang saya sudah cukup untuk invest di perut buat sebulan. hehehe (apa sih maksudnya?)

1 Komentar

  1. kasus ini menjadi pelajaran buat kita semua, bahwa HYIP itu pasti scam. Stop HYIP sekarang juga atau anda akan menyesal seumur hidup...

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama