Euro jatuh untuk pertama kalinya dalam 6 hari terhadap dolar jelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels di tengah kekhawatiran negosiasi soal bailout Yunani akan menghalangi upaya-upaya untuk menyelesaikan krisis keuangan.

Mata uang 17-negara itu juga turun untuk hari ketiga terhadap yen sejalan persiapan Italia untuk menjual obligasi setelah peringkatnya diturunkan oleh Fitch Ratings.

Volatilitas meningkat setelah harian Der Spiegel melaporkan Yunani mungkin membutuhkan paket penyelamatan yang lebih besar dan dua pejabat pemerintah kawasan euro mengatakan para pembuat kebijakan mendiskusikan intervensi langsung dalam keputusan anggaran Yunani.

Euro jatuh 0,7% menjadi US$1,3133 pukul 10.04 waktu London, setelah naik 2,2% minggu lalu. Mata uang bersama itu turun 0,6% menjadi 100,76 yen.
Mata uang ini juga turun 0,2% menjadi 1,2053 franc Swiss setelah tergelincir ke 1,2052, level terlemah sejak 20 September. Dolar sedikit berubah pada 76,69 yen.
Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di ibukota Belgia hari ini untuk melakukan sentuhan akhir pada perjanjian yang dipimpin Jerman soal kontrol defisit dan mendukung statuta atas 500 miliar euro dana penyelamatan yang akan dibentuk tahun ini.
Der Spiegel melaporkan pada 28 Januari bahwa Yunani kini memerlukan 145 miliar untuk bailout kedua atau 15 miliar lebih tinggi daripada yang disepakati pada Oktober.
Pada hari tersebut Yunani dan kreditor swasta mengatakan bahwa mereka berharap dapat menyelesaikan kesepakatan utang swap guna mengurangi kewajiban negara dalam beberapa hari mendatang.
Di tempat lain, Italia dijadwalkan untuk menjual utang yang jatuh tempo pada 2016 2017, 2021 dan 2022 hari ini.
Sebelumnya, Fitch yang memangkas peringkat Italia, Spanyol dan tiga negara lainnya di kawasan euro pada 27 Januari, mengatakan negara-negara itu tidak memiliki fleksibilitas pendanaan dalam menghadapi krisis utang regional.
Rating kredit Italia, ekonomi terbesar ketiga kawasan euro, berkurang dua tingkat menjadi A-dari A+. Spanyol juga diturunkan dua level ke A dari AA-. Penilaian pada Belgia, Slovenia dan Siprus juga dipotong.

"Setiap lelang membawa serta risiko baru yang, untuk alasan apa pun, pasar mungkin tidak menyerap obligasi," kata Gavin Stacey dari Barclays Capital di Sydney. Dia memprediksi euro akan turun menjadi US$1,20 pada pertengahan tahun ini.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama