Melindungi diri dengan diversifikasi


Ibarat serial TV, episode harga emas tengah masuk periode peningkatan konflik dengan klimaks yang belum pasti sampai kapan akan berakhir. Jangan-jangan, kita tidak akan melihat ekornya.

Serial ini telah bergulir ribuan tahun dengan tema masing-masing. Aktor-aktor muncul dan berganti, dari sang penakluk Hernan Cortes hingga Hugo Chavez. Ada episode seram ketika suku-suku Indian dibantai dan patung-patung emas mereka dilebur. Juga ada waktunya ibu-ibu tersenyum di antrian Pegadaian.

Tiga dekade lalu emas mencapai nilai tertinggi, setelah dikonversi dengan tingkat inflasi, setara setara dengan US$2.330,51 per ounce hari ini. Januari 1980 spot emas adalah US$850 per ounce. Dan selama 20 tahun kemudian bank-bank sentral aktif menjual logam mulia.

Namun, setelah krisis 2008, secara diam-diam bank sentral di beberapa negara mulai menumpuk lagi berton-ton emas di brankas mereka, khawatir uang yang hanya dilindungi undang-undang segera kehilangan nilai karena inflasi dan hilangnya kepercayaan. Para analis pun mengandaikan, kiranya berapa keuntungan jika tahun depan emas menembus US$2.200 per ounce.

Dave Brown yang menulis untuk goldinvestingnews.com menyebut pada Maret penambahan cadangan dan perdagangan untuk Bank Meksiko mengakibatkan akumulasi bersih hampir 79 ton emas dengan menambah hampir 15 ton itu selama bulan sebelumnya. Akuisisi emas oleh Meksiko selama 2 bulan mewakili akumulasi terbesar emas oleh bank sentral di lebih dari satu dekade.

Pertumbuhan cadangan terbesar kedua terjadi selama 6 bulan terakhir dimana bank sentrak Korea Selatan membeli 25 ton emas pada Juni. Itu merupakan peningkatan 17 kali dalam ukuran cadangan emas mereka.

Bank sentral Korea Selatan saat ini baru memegang kurang dari 1% dari asetnya dalam bentuk emas. Mereka diketahui sebagai pemegang cadangan terbesar ketujuh dalam pertukaran mata uang asing dengan 64% dari cadangannya dalam dolar AS. Diversifikasi lebih lanjut akan mengurangi risiko penurunan mata uang, sehingga menarik investor emas untuk terus memantau langkah negara Asia itu.

Upaya diversifikasi cadangan itulah yang membuat bank-bank sentral kini menjadi pembeli bersih emas, dari sebelumnya sebagai penjual besar. Kekhawatiran soal krisis utang di Eropa kembali memicu investor memburu aset aman untuk melindungi kekayaannya, mengerak harga naik 25% selama tahun ini.

Peran bank sentral di pasar emas itu menjadi topik utama perdebatan pada konferensi tahunan London Bullion Market Association, pertemuan terbesar industri emas, di Montreal minggu ini. Hal itu, menurut Jack Farchy pada Financial Times awal pekan lalu, adalah tanda terbaru tentang bagaimana turbulensi dalam pasar mata uang dan surat utang telah merevolusi pasar emas lantakan.

“Beralihnya bank sentral dari menjual dalam skala besar menjadi membeli telah membantu mendorong harga emas 25% lebih tinggi selama tahun ini,” ungkap Jack.

Bukan hanya bank, aktor besar lain adalah seorang pemimpin sosialis. Presiden Venezuela Hugo Chavez memerintahkan nasionalisasi industri emas. Sang presiden mengultimatum dan memberi perusahaan waktu 90 hari untuk membentuk usaha patungan dengan negara seiring upayanya untuk meningkatkan kontrol terhadap produsen logam.

Ia menyerukan, lewat suatu dekrit, agar pemerintah memegang setidaknya 55% kepemilikan dari setiap usaha patungan. Keputusan ini juga menetapkan tarif royalti dari 10% menjadi 13% dan mengatakan bahwa semua produksi emas Venezuela akan dijual kepada negara.

Dekrit itu menyiratkan pemerintah akan memiliki monopoli produksi dan penjualan emas. "Semua emas yang dihasilkan dari operasi pertambangan di wilayah nasional akan diserahkan kepada Republik," bunyi dekrit.

Seruan untuk menasionalisasi industri dan berencana untuk memulangkan cadangan devisa emas oleh Chavez pertama kali mennguar pada 17 Agustus. Setelah itu Petroleos de Venezuela SA, perusahaan minyak negara, membentuk usaha patungan dengan negara dan perusahaan publik untuk mengoperasikan tambang termasuk Las Cristinas, yang disita Chavez dari perusahaan Kanada Crystallex International Corp.

Di luar upaya Chavez itu, di sela-sela investor mereguk untung, Eropa yang dituding jadi biang persoalan krisis kepercayaan terus menghadapi tekanan. Italia, salah satu ekonomi terbesar di belakang Jerman, membuat bursa saham lesu.

Perusahaan pemeringkat Standard & Poor memangkas peringkat kredit Italia satu tingkat di tengah ganjalan utang pemerintah dan melemahnya prospek pertumbuhan. Para investor yang cenderung panik meniru logat bank sentral. Mereka mencari cara untuk mendiversifikasi potofolionya menjauh dari ekuitas dan komoditas yang menurun, karena indeks dolar cenderung naik.

"Ada ruang bagi emas untuk reli karena masalah Eropa tidak dapat diselesaikan dalam semalam dan penurunan peringkat Italia adalah contoh dari masalah ini," kata Zhang Qian, seorang analis pada Haitong Futures Co, broker terbesar di China dengan modal terdaftar.

Zahang mengatakan situasi di Yunani sangat serius dan kemungkinan penularan di seluruh Eropa sangat nyata. Adapun AS masih belum ada tanda-tanda yang jelas bahwa ekonominya akan sehat.

Kemarin harga emas kembali naik setelah penurunan tajam di London. Harga emas pengiriman segera naik US$15,13 atau 0,9% menjadi US$1.793,80 per ounce pukul 11:20 di London. Sedangkan logam untuk pengiriman Desember menanjak 1% menjadi US$1.796,10 di Comex di New York.

Naik dan turun barangkali wajar dalam pasar finansial, namun pergerakan harga emas telah merekam berbagai gejolak. Mengikuti ke mana arah lari logam mulia seperti memandang sejarah ekonomi manusia. Ke mana klimaks episode kali ini?

Komentar